Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

4 menit baca
Rustam Nasution ( Wisnu AJ)
Ditulis oleh Rustam Nasution ( Wisnu AJ) diterbitkan
Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)

Kemajuan dan perkembangan tekhnologi digital merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kemajuan dan perkembangan dunia. Salah satu bentuk kemajuan dan perkembangan tekhnologi digital adalah dalam bentuk penyebaran informasi.

Dahulu, mayoritas informasi disebarkan melalui berita yang berbentuk media cetak (koran), Televisi (TV) dan radio. Namun seiring perkembangan zaman, disertai semakin canggihnya teknologi digital menggeser peranan koran, Televisi, dan radio sebagai alat penyebaran informasi.

Bentuk dari alat penyebaran informasi itu pun semakin beragam. Mulai dari YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, Tiktok, WhatsApp dan lain sebagainya. Yang digolongkan dalam koridor Media Sosial (Medsos). Medsos adalah aplikasi yang memudahkan para penggunanya untuk melakukan interaksi sosial secara online. Melalui medsos pula seseorang bisa berbagi foto, vidio, serta membuat cerita dan berita singkat. Di tambah lagi kecanggihan medsos mampu menjangkau para penggemar nya dengan jarak yang tidak terbatas. Dan tingkat penyebaran informasi lebih cepat dari media konvensional, koran, Televisi dan radio.

Medsos dalam penyebaran informasi hanya dalam hitungan menit. Bahkan bisa secara live (Siaran langsung) dalam menyampaikan informasi dari berlangsung nya suatu peristiwa ditempat kejadian, dan dapat ditonton pada saat itu juga, sekalipun peristiwa itu terjadi di belahan dunia.

Dengan kecepatan penyebaran informasi yang disampaikan oleh medsos membuat masyarakat menggandrungi aplikasi dari medsos ini, baik itu dari kalangan generasi muda, orang tua, artis dan pejabat negara. Ditambah lagi untuk menggunakan aplikasi medsos, tidak perlu berpendidikan tinggi. Cukup pandai baca tulis.

Bukan Jurnalistik :

Kendatipun bahwa informasi yang disebarkan oleh medsos, seperti foto, vidio, berita dan cerita singkat bukanlah merupakan jurnalistik. Karena apa yang ditampilkan dan disebarkan oleh medsos bukan merupakan karya jurnalistik. Karena dasar hukum yang mengikat jurnalistik dan medsos juga berbeda. Karya jurnalistik tunduk pada Undang undang (UU) Pers dan dapat digugat lewat gugatan melalui dewan pers jikalau terdapat masalah. Sementara konten medsos memiliki dasar hukum putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor : 39/PUU-XVIII/2020 dan Undang undang Informasi Transaksi Elektronik ( UU ITE).

Namun bagi masyarakat pengguna medsos hal tersebut tidak lah penting. Informasi yang disebarkan oleh medsos, karya jurnalistik atau tidak bukalah masalah. Yang penting bagi mereka dapat berinteraksi melalui medsos untuk menyampaikan unek-unek, kritikan dalam masalah yang dihadapi nya .

Diakui atau tidak, terkadang jurnalis warga atau netizen di medsos dalam menyampaikan persoalan yang terjadi, yang dilihat dan didengarnya lebih piawai dari penyampaian wartawan jurnalistik. Ditambah lagi dalam penyampaian persoalan di medsos dapat dilakukan secara bersambung, tanpa melalui sensor dan editan oleh redaktur sebagai mana berlaku di media konvensional.

Banyaknya masyarakat menggunakan medsos sebagai sarana penyampaian dan penyebaran informasi, karena Medsos tidak memiliki batas waktu jam kerjanya. Selagi pemilik aplikasi medsos memiliki paket internet, atau internet dirumah-Nya masih menyala, selama itu pula dia dapat berselancar di dunia Maya, untuk berinteraksi mencari informasi maupun menyebarkan informasi.

Naik Daun :

Dari kelebihan kelebihan yang dimiliki oleh medsos, terutama dalam kecepatan penyebaran informasi dan bebasnya masyarakat untuk menyampaikan persoalan persoalan yang terjadi, baik yang dialaminya maupun yang dilihat dan didengarnya menjadikan medsos naik daun.

Banyak persoalan persoalan yang terjadi di tengah tengah masyarakat terungkap dengan cepat dan jelas dan menjadi viral di medsos. Persoalan yang menjadi viral ini kemudian di tindak lanjuti oleh para penegak hukum. Akibatnya melahirkan tuduhan terhadap penegak hukum “ No Viral No Justice “ , setelah viral baru ditindak.

Padahal persoalan nya bagi penegak hukum tidaklah seperti itu. Semua perkara, semua peristiwa mendapatkan hak yang sama baik pelaku maupun korban Dimata hukum. Pada satu sisi kita akui bahwa para penegak hukum Polisi maupun Kejaksaan mempunyai keterbatasan untuk mengetahui terjadinya peristiwa tindak pidana jika tidak ada yang melaporkan. Karena jangkauan mereka terbatas dengan luasnya wilayah negara Republik Indonesia.

Akan tetapi pada sisi lain tidak bisa pula untuk dipungkiri, dengan banyaknya kasus kasus hukum tindak pidana yang ditutup tutupi oleh para penegak hukum, karena melibatkan anggota, keluarga, kerabat dan personil institusi. Hal seperti ini lah yang banyak diungkap oleh netizen di medsos sehingga menjadi viral dan tidak bisa lagi untuk ditutup tutupi. Mau tidak mau harus dilakukan penegakan hukum. Dari pada menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di tanah air.

Kemudian membuat medsos naik daun, karena adanya kontribusi dari pejabat negara dan wakil rakyat di Senayan, yang merespon setiap persoalan yang disampaikan oleh masyarakat melalui medsos. Bahkan banyak juga para menteri selaku pembantu Presiden serta Panglima TNI dan Kapolri menanggapi apa yang ada di medsos.

Para pejabat pemangku kepentingan ini, cukup tegas dalam menanggapi persoalan persoalan yang disampaikan oleh masyarakat melalui medsos. Jika menyangkut personil TNI-POLRI, kedua Jendral ini langsung memberikan perintah untuk diusut. Jika terbukti bersalah sanksi hukum diterapkan.

Namun demikian, sebagai penggiat medsos perlu untuk diingatkan, agar bijaksana dalam menggunakan medsos. Kendatipun informasi yang disampaikan melalui medsos bukan karya jurnalistik. Akan tetapi hukum yang diatur didalam Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) tetap berlaku bagi penggiat medsos yang melanggar hukum. Semoga!.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:39

Ironi-Ironi dalam Nikah Siri

Refleksi pernikahan siri di Indonesia.

irono-Ironi dalam Nikah Siri (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:15

Istilah Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Pelajari istilah besar guncangan gempa bumi dalam Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta. Temukan kekayaan kosakata tradisional untuk tingkatan getaran bencana alam kuno Nusantara di sini!

Gempa Bumi Dahsyat (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)